Laman

Senin, 31 Mei 2010

Jailangkung Jailangseh... (Part I)

Kejadian itu udah cukup lama. Sekitar 6 tahun yang lalu. Entah saat itu aku kelas VII atau VIII.
Siang itu jam istirahat, dibelakang kantin sekolah, salah seorang temanku yang terkenal berani dan suka coba-coba yang bernama Estu bercerita kepadaku dan teman-teman, sekitar 5 atau 6 anak. Yah, Jailangkung. Itulah yang sedang dia ceritakan. Dengan apa kita bermain dan bagaimana cara bermainnya.
"Tapi inget yach, kalo kalian tidak mempunyai keberanian yang cukup, jangan coba-coba ikut permainan ini." katanya. Aku mengangguk begitu juga dengan teman teman yang lain. Sederhana aja. Tidak dengan boneka jailangkung yang berkepala batok kelapa atau media-media seram lainnya. Kita hanya menggunakan 4 buah bambu yang telah dibilah dan dipotong-potong hingga menyerupai tusuk sate. Lantas stik bambu itu dipegang oleh dua orang. Masing-masing di tangan kiri dan kanan.
Siang itu suasana cukup sunyi. Estu mendemonstrasikan permainan itu dengan salah seorang teman kami, Arti. Estu dan Arti duduk berhadapan. ujung Stik bambu yang berada di tangan kanan Estu ditempelkannya pada ujung stik yang berada di tangan kiri Arti, begitu juga sebaliknya dengan stik satunya. Semuanya diam, memperhatikan. Estu mulai bergumam.
"Jailangkung jailangseh... Disini ada pesta. Pesta kecil-kecilan. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Jailangkung jailangseh... Disini ada pesta. Pesta kecil-kecilan. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Jailangkung jailangseh, bagaimanakah hubungan F**** dengan A******?!" lalu suasana menjadi sunyi senyap. Semua mata tertuju pada stik bambu yang sedang dipegang oleh dua teman kami tersebut. Tak bereaksi. Estu mengulanginya. Mengucapkan mantra yang sama. Sesaat kemudian stik bambu itu mulai bergerak. Stik bambu yang berada di tangan kiri Estu dan tangan kanan Arti bergerak menyamping ke arah kiri dari tangan Estu. Sedangkan Stik yang berada di tangan kanan Estu dan tangan kiri Arti juga perlahan-lahan bergerak ke arah kiri. Tiba-tiba Arti tersentak. Dia melepaskan kedua ujung stiknya yang menempel pada stik Estu dan menarik tubuhnya ke belakang. Estu nampak heran dan sedikit kesal.
"Kamu kenapa sich? Kenapa kamu lepasin?! Baru mulai juga..." katanya kepada Arti.
"Aku nggak mau. Aku benar-benar heran. Aku nggak ikut nggerakin tuh stik. Beneran deh. Suer...!!"
"Yaelah... Emank kaya' gitu kalee permainannya..." kata Estu menjelaskan, " itu artinya F**** yang mengejar-ngejar A*****. Tapi A******nya malah menjauh." tambahnya lagi menjelaskan arti gerakan stik tersebut.
Voodoo
To be continued....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nyokk.... Mari bercececuet below...: