Laman

Minggu, 27 Juni 2010

Hening

Jiwaku terusik
Mereka berbisik
Hening…

Musnah

Seribu jejak kaki peduli
Seakan tak mengindahkan arti logika
Kesetiakawanan kini jadi fantasi
Terhapus oleh satu kata
“Cinta”

Sahabat Yang Hilang

Ingin kulemparkan sebongkah batu
Tepat di kepala dan ulu hatimu
Agar otakmu mencair
Tak membeku seperti es
Tak membatu seperti patung
Agar hatimu tak lagi buta
Tak lagi tuli, tak lagi bisu, peka, merasa
Atau
Agar kau mati saja
Dan semuanya akan berakhir

Jumat, 25 Juni 2010

TTM+ (Tuek-Tuek Matre+Mayak)

Aku membuka mataku perlahan, meskipun agak enggan karena udara pagi ini sangat dingin aku rasakan. Aku raih Hape yang ada disampingku. Kulihat angka 05:33 di layar monochromenya. Wah... masih pagi, kataku dalam hati. Tampak pula sebuah icon amplop dengan angka 1 disampingnya yang menandakan bahwa ada 1 SMS masuk. Pasti dari chayankku yang semalem ketiduran. Lantas aku buka locked keypad Hapeku dan aku baca, ternyata benar. Mmmm... ntar ajah deh balesnya, kataku dalam hati. Kuletakkan kembali Hape jadul yang bermerk Nokia dengan type 1200 tersebut disampingku. Kutarik kembali selimutku (Jiah...!), berlindung dari dinginnya pagi ini. Mataku masih merem melek sambil bergumam dalam hati, bangun, enggak, bangun, enggak... (Hehe...). Dengan sedikit terpaksa akupun bangun dari tempat tidurku, mengingat ada setumpuk piring kotor di dapur yang setia menungguku untuk memandikannya.

Rabu, 23 Juni 2010

My Cha : Episode 1

Facebook., Social networking itulah yang pertama kali mengenalkan aku dengan dia.
Saat itu dia sedang bekerja di Bali. Sedangkan rumahnya masih satu daerah denganku. Lebih tepatnya satu kecamatan. Hehe... Rumah kita nggak jauh-jauh amat sih sebenernya. Tapi lucunya kita kenalnya tuh dari Facebook. Mana posisi dia di Bali sedangkan aku di Mojokerto.