Ingin kulemparkan sebongkah batu
Tepat di kepala dan ulu hatimu
Agar otakmu mencair
Tak membeku seperti es
Tak membatu seperti patung
Agar hatimu tak lagi buta
Tak lagi tuli, tak lagi bisu, peka, merasa
Atau
Agar kau mati saja
Dan semuanya akan berakhir
Yah, lakukan saja apa yang ingin kau lakukan
Selagi kau bisa
Dan selanjutnya
Kau abaikan semua kata-kataku
Kau telah mencapai kata sukses
Sukses di atas kepalamu
Di dalam otakmu
Di sela-sela kemunafikanmu
Jika sempat waktuku
Akan kubahagiakan orang-orang terdekatku
Keluargaku
Ayah, ibu, kakak dan adikku
Sahabatku, teman-temanku,
Orang lain yang memberikan kebahagiaan untukku
Bukan mengejar dunia
Mencari kebahagiaanmu sendiri
Kau bilang kau bahagia?
Huh, munafik
Munafik
Dasar munafik
Mengorbankan orang lain,
Itukah yang kau sebut bahagia?
Aneh memang jika kau pertanyakan
“Siapa kau?”
karena sesungguhnya kau tak mengenalku
Dan aku pun tak mengenalmu
Hanya saja aku sering memperhatikanmu
Gerak gerikmu, tingkah lakumu
Dan aku mendengar
Celotehan orang-orang
Yang tersakiti olehmu
Jika kau pertanyakan hal ini pada seseorang
Maka dialah orang yang tidak penting bagimu
Kau mengabaikan betapa pentingnya kebersamaan
Penting, tidak penting
Bermanfaat, tidak bermanfaat
Berguna, tidak berguna
Itulah caramu menimbang sesuatu dan seseorang
Satu patah kata darimu
Tidak mencubit
Tidak memukul
Tidak menampar
Tidak menggampar
Tapi terasa menyakitkan
Kau sahabatku yang hilang
Dalam kabut tak terartikan
Usaikan semua ini
Atau hilanglah untuk selamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nyokk.... Mari bercececuet below...: